![]() |
| Tasawuf Modern Buya Hamka. |
WAWASANews.com - Tasauf Moderen karya Buya Hamka merupakan salah satu karya yang menarik karena berusaha mempertemukan ajaran tasawuf dengan persoalan kehidupan manusia modern. Dengan ketebalan 268 halaman, buku ini tidak mengajak pembaca menjauhi dunia, melainkan mengajak manusia memahami bagaimana memperoleh kebahagiaan, ketenangan, kesehatan jiwa, dan kehidupan yang bermakna melalui penguatan iman dan pembinaan batin.
Buya Hamka memulai pembahasannya dengan pertanyaan yang sangat dekat dengan kehidupan manusia: apa sebenarnya yang disebut bahagia? Ia bahkan menghadirkan berbagai pendapat tentang kebahagiaan, termasuk pandangan para pemikir dan tokoh, sebelum mengarahkannya kepada perspektif agama.
Hamka membawa pembaca masuk ke wilayah agama dan kebahagiaan, kemudian membicarakan iman, iktikad, yakin, dan bagaimana hubungan antara keyakinan dengan ketenteraman jiwa. Ada pembahasan tentang orang yang berada dalam kondisi “kurang” dan yang “bertambah”, persoalan kesusahan hati karena sengsara dan penderitaan, hingga hubungan antara agama dan kehidupan.
Baca: Ensiklopedi Doa dan Wirid Shahih
Tema seperti “kami tak kuasa” dan “mengapa kita takut?” menunjukkan bahwa buku ini berusaha menyentuh kegelisahan psikologis yang sering dialami manusia. Tasawuf, dalam perspektif Hamka, terasa bukan sebagai teori yang jauh dari kehidupan, tetapi sebagai jalan untuk membentuk cara pandang yang lebih sehat terhadap berbagai persoalan hidup.
Hamka membicarakan cara memerangi hawa nafsu, mengendalikan hawa dan akal, serta membangun keikhlasan dan nasihat. Setelah itu pembahasan bergerak kepada kesehatan jiwa dan badan, sebab kebahagiaan manusia tidak dapat dilepaskan dari kondisi batinnya. Download langsung via link di bawah ini:
Di sana terdapat tema tentang sebab bahagia yang keempat, bergaul dengan orang-orang budiman, membiasakan pekerjaan berpikir, menjaga syahwat dan kemarahan, hidup teratur, serta menyelidiki cita-cita diri sendiri. Lebih dalam lagi, buku ini mengajak pembaca menghadapi sifat-sifat manusia yang sering menjadi sumber kegelisahan.
Ada pembahasan tentang memelihara kesehatan rohani, mengobati jiwa, penyakit takut, takjub, dan keadaan manusia ketika mengingat mati. Hamka juga menyinggung berbagai penyakit batin seperti marah, ujub, bangga, berseteru dan mematahkan kata lawan, dendam, serta penyakit hati lainnya.
Baca: Ensiklopedi Kematian dan Hari Akhir (Terjemah Kitab Tadzkirah Al-Qurthubi)
Bahkan persoalan seperti kedukaan penanggungan batin, hikmat, dan adil ikut mendapatkan tempat. Pada akhirnya, Tasauf Moderen adalah panduan untuk memahami seni menjalani kehidupan dengan jiwa yang sehat dan hati yang tenang. Buya Hamka memperlihatkan bahwa kekayaan, kedudukan, dan berbagai kesenangan dunia tidak otomatis membuat seseorang bahagia apabila batinnya kosong dan tidak memiliki pegangan. (wn-ab)






