![]() |
| Tasawuf Ghazali dan Ibnu Taimiyah. |
WAWASANews.com - Tasawuf Antara Al-Ghazali & Ibnu Taimiyah karya Dr. Abdul Fattah Sayyid Ahmad merupakan buku yang berani memasuki salah satu wilayah paling kontroversial dalam sejarah pemikiran Islam: tasawuf dan perjumpaan pemikiran Imam Al-Ghazali dengan Ibnu Taimiyah.
Buku setebal 467 halaman yang diterbitkan oleh Khalifa ini sejak awal sudah menawarkan pertanyaan yang sangat menarik: benarkah Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah berada dalam posisi yang saling berseberangan dalam persoalan tasawuf?
Dalam pengantar penerbit disebutkan bahwa tasawuf termasuk tema yang kerap menimbulkan kontroversi, sementara kedua tokoh tersebut sama-sama memiliki pengaruh besar dalam sejarah pemikiran Islam. Karena itu, buku ini hadir untuk mengajak pembaca melihat persoalan tersebut secara lebih jernih dan tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan.
Hal menarik dari buku ini adalah penekanannya pada perlunya sikap objektif dalam membaca kontroversi. Ada tiga kecenderungan ketika orang membahas tasawuf dan kedua tokoh tersebut: ada yang mendukung dan membela tanpa kritik, ada yang menolak dan mencela tanpa kompromi, dan ada pula yang berusaha menempatkan persoalan secara lebih proporsional. Silakan download via link di bawah ini:
Di buku ini, pembaca diajak meninggalkan sikap fanatik serta melihat persoalan berdasarkan parameter keilmuan, termasuk dengan menjadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai tolok ukur. Dengan pendekatan seperti ini, buku tersebut terasa relevan bagi pembaca yang selama ini hanya mengenal Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah melalui narasi “saling berlawanan”, tanpa pernah membaca bagaimana hubungan pemikiran keduanya dibahas secara lebih mendalam.
Buku ini berusaha mendudukkan hubungan antara pemikiran Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah serta menawarkan sebuah paradigma baru yang lebih adil dalam menyikapi tasawuf. Ini menjadi penting karena kedua nama tersebut memiliki posisi yang sangat besar dalam khazanah intelektual Islam.
Baca: Download Buku Suluk Syaikh Siti Jenar
Al-Ghazali dikenal luas melalui karya-karya yang memberikan perhatian besar terhadap pembinaan jiwa dan kehidupan spiritual, sementara Ibnu Taimiyah sering dipahami sebagai tokoh yang kritis terhadap berbagai praktik tasawuf. Namun, apakah gambaran sederhana tersebut sudah cukup untuk memahami keseluruhan pemikiran mereka? Buku inilah yang mengajak pembaca mencari jawabannya.
Penulis menggunakan 222 referensi untuk menyusun buku. Pembaca juga diajak mengenali sisi lain tentang tasawuf, sekaligus memahami pemikiran Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah secara lebih menyeluruh. Bagi siapa pun yang tertarik pada sejarah pemikiran Islam, tasawuf, perbedaan pendekatan ulama, dan dinamika intelektual para tokoh besar, buku ini berpotensi memberikan perspektif yang jauh lebih kaya daripada sekadar perdebatan hitam-putih.
Baca: Terjemah Kitab Ihya' Ulumiddin (4 Jilid)
Walhasil, Tasawuf Antara Al-Ghazali & Ibnu Taimiyah adalah buku yang menarik justru karena tidak mengajak pembaca sekadar memilih kubu, tetapi mendorong pembaca untuk memahami persoalan sebelum memberikan penilaian. Buku ini layak menjadi bahan bacaan serius bagi pembaca yang ingin mengetahui apa sebenarnya yang terjadi antara pemikiran Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah dalam persoalan tasawuf.
Jika selama ini Anda hanya mengenal keduanya melalui potongan kutipan, ceramah, atau klaim dari pihak yang pro maupun kontra, buku ini sangat layak didownload dan dibaca sampai selesai. (wn-ab)






