![]() |
| Terjemah Al-Hadits Hujjatun Binafsihi. |
WAWASANews.com - Al-Hadits Hujjatun bi Nafsihi fil Aqa’id wal Ahkam atau الحديث حجة بنفسه في العقائد والأحكام artinya Hadits adalah Hujjah dengan Sendirinya dalam Masalah Akidah dan Hukum. Inilah makna judul asli karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani yang pada edisi Indonesia tampil dengan judul Berhujjah dengan Hadits Ahad dalam Masalah Akidah dan Hukum.
Buku ini membahas khusus kedudukan Sunnah dan hadits sebagai hujjah dalam persoalan agama, terutama menyangkut akidah dan hukum. Edisi Arabnya relatif ringkas, sekitar 96 halaman, tapi edisi PDF Bahasa Indonesia setebal 152 halaman. Jika langsung ingin download, silakan ke link di bawah ini:
Kitab ini menjelaskan argumentasi mengenai kewajiban kembali kepada Sunnah dan larangan menyelisihinya. Al-Albani menyusun pembahasan mulai dari kewajiban mengikuti Sunnah, mendahulukan qiyas dan kaidah lain ketika bertentangan dengan hadits, lalu masuk kepada persoalan hadits ahad sebagai hujjah dalam akidah dan hukum.
Persoalan hadits ahad telah lama menjadi pembahasan di kalangan ulama ushul fikih dan ilmu hadits, terutama mengenai penggunaannya dalam perkara akidah. Al-Albani dalam kitab ini menyajikan dalil-dalil yang menurut argumentasinya menunjukkan bahwa hadits yang memenuhi kriteria penerimaan tidak kehilangan kedudukannya sebagai hujjah walaupun tidak mencapai derajat mutawatir.
Baca: Terjemah Al-Ahaditsul Qudsiyyah (Ensiklopedi Hadits Qudsi)
Tidak berhenti pada perdebatan mengenai teori hadits ahad, Al-Albani juga memasukkan pembahasan tentang sikap terhadap taklid dan pentingnya mengembalikan persoalan agama kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Di dalamnya terdapat kutipan dari para imam seperti Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi’i, dan Ahmad yang digunakan untuk menunjukkan perhatian mereka terhadap dalil dan Sunnah.
Terjemah Al-Hadits Hujjatun bi Nafsihi fil Aqa’id wal Ahkam ini sangat menarik untuk didownload. Ukurannya memang tidak tebal, tetapi persoalan yang dibahas merupakan fondasi penting untuk memahami bagaimana Sunnah ditempatkan dalam bangunan keilmuan Islam. (wn-ab)






