Iklan

Download Terjemah Fatawa As-Subki Tentang Hisab dan Rukyah

WAWASANews.com
Minggu, 27 September 2026 | 22.57 WIB Last Updated 2026-09-27T15:57:18Z
Paket Ebook 32 GB

Cover Terjemah Fatawa As-Subki Tentang Hisab dan Rukyah
Terjemah Fatawa As-Subki Tentang Hisab dan Rukyah.

WAWASANews.com - Fatawa As-Subki (فتاوى السبكي) yang berarti Fatwa-Fatwa As-Subki merupakan karya Imam Taqiyuddin Abu al-Hasan Ali bin Abd al-Kafi As-Subki, seorang ulama besar mazhab Syafi’i yang pernah menjabat sebagai qadhi al-qudhat atau hakim agung. Edisi terjemahan ini mengangkat pembahasan khusus tentang hisab dan rukyah dengan judul Fatawa As-Subki: Hisab dan Rukyah. 

Buku digital ini terdiri atas 56 halaman PDF. Pembahasannya bersumber dari fatwa Imam As-Subki yang membicarakan persoalan penentuan waktu melalui pengamatan hilal dan perhitungan astronomi. Silakan jika langsung ingin download via link di bawah ini: 

Secara umum, buku ini mengulas persoalan penentuan awal bulan Hijriah melalui rukyah atau pengamatan hilal dan hisab atau perhitungan astronomi. Persoalan tersebut memiliki kedudukan penting dalam pelaksanaan ibadah umat Islam, terutama puasa Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Naskah ini berkaitan dengan pandangan Imam Taqiyuddin As-Subki ketika menghadapi persoalan kesaksian rukyah yang tidak selaras dengan perhitungan astronomi. 

Dalam buku ini dijelaskan bahwa fatwa tersebut muncul pada tahun 748 H, ketika Imam As-Subki menyoroti kesaksian hilal yang dinilai sulit diterima berdasarkan posisi bulan dan kemungkinan pengamatan secara nyata. Melalui fatwa ini, pembaca diajak memahami bagaimana persoalan tersebut dibahas menggunakan pertimbangan syariat dan penalaran ilmiah. Buku ini memuat empat pokok pembahasan utama. 

Baca: Terjemah Al-Wajiz Ensiklopedi Fiqih Islam

Pertama, kepastian geografis dalam matlak, yakni wilayah tempat terbitnya bulan yang menjadi acuan rukyah. Imam As-Subki menjelaskan persoalan perbedaan matlak dan jarak antardaerah, termasuk pembahasan jarak sekitar 24 farsakh atau kurang lebih 120–133 kilometer yang dikaitkan dengan kesamaan matlak secara hukum. 

Kedua, transmisi berita hilal dan kearifan lokal. Bagian ini membicarakan cara menerima kabar rukyah, baik melalui utusan resmi maupun tanda-tanda tradisional seperti penggunaan api di puncak gunung. Penerimaan kabar tersebut dikaitkan dengan persyaratan yang dapat menghasilkan keyakinan kuat di tengah masyarakat.

Baca: Terjemah Fatawa Ar-Ramli Tentang Rukyah dan Hisab

Ketiga, etika syiar dan larangan israf atau pemborosan. Pembahasan ini menyinggung penggunaan dana untuk penerangan dan kegiatan di masjid, termasuk batas antara syiar yang membawa manfaat dan pengeluaran berlebihan, terutama apabila menggunakan harta wakaf tanpa mandat yang jelas dari wakif. 

Keempat, dialektika rukyah dan hisab. Bagian ini menampilkan perbedaan pendekatan antara Imam As-Subki dan pendapat Imam As-Subki yang dibahas dalam konteks mazhab Syafi’i, terutama mengenai kedudukan kepastian astronomi dan kesaksian mata. Buku ini menekankan bahwa hisab dapat menjadi alat untuk memeriksa kemungkinan terlihatnya hilal, sementara kesaksian yang bertentangan dengan kepastian hasil perhitungan perlu ditelaah secara cermat. 

Baca: Terjemah Adabul Mufti wal Mustafti Karya Ibnu Sholah

Keempat pokok ini merupakan rincian pembahasan yang disebutkan dalam pengantar, bukan daftar bab resmi yang terpisah. Membaca Fatawa As-Subki: Hisab dan Rukyah bermanfaat bagi pembaca yang ingin mengenal khazanah fatwa ulama klasik mengenai penentuan awal bulan Hijriah. Buku ini relatif ringkas untuk dibaca dan dikaji kembali. Yuk download sekarang! (wn-ab)

Kitab Kuning Makna Pesantren dan Pegon
Paket 498 Buku dan Jurnal
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Download Terjemah Fatawa As-Subki Tentang Hisab dan Rukyah

Trending Now

Iklan

Jual Flashdisk Isi Ribuan Buku Islam PDF