![]() |
| Cover Terjemah Fiqih Al-Qur'an |
WAWASANews.com - Buku Fiqhul Qur’an (فِقْهُ الْقُرْآنِ) karya Muhammad Fakir Mi’badi merupakan karya yang membahas ayat-ayat hukum dalam Al-Qur’an berdasarkan pandangan dua kelompok besar Islam, yaitu Imamiyah dan Ahlussunnah. Buku setebal 282 halaman PDF ini diterjemahkan dengan judul Fiqhul Qur’an: Ayat-Ayat Hukum dalam Pandangan Imamiyah dan Ahlussunnah, dengan Nur Al-Huda tercantum pada sampulnya.
Kehadiran buku ini memberikan bahan bacaan bagi siapa saja yang ingin memahami bagaimana ayat-ayat Al-Qur’an menjadi landasan pembahasan hukum Islam, sekaligus mengenal perbedaan pendekatan dalam penafsirannya. Silakan download via link tersedia di bawah ini:
Secara umum, Fiqhul Qur’an menguraikan ayat-ayat hukum yang berkaitan dengan berbagai persoalan ibadah dan muamalah. Pembahasannya disusun berdasarkan tema-tema fiqih, mulai dari bersuci, shalat, puasa, haji, hingga khumus. Setiap tema dilengkapi penjelasan mengenai ayat-ayat yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
Buku ini terdiri atas lima bab utama. Bab pertama membahas Thaharah atau bersuci, yang mencakup tiga pelajaran, yaitu wudhu, mengusap kepala, serta mandi dan tayamum. Bab kedua membahas shalat, meliputi dua pelajaran: waktu shalat dan shalat musafir. Pada pembahasan waktu shalat, terdapat uraian tentang pelaksanaan shalat, waktu yang luas, dan waktu masing-masing shalat. Dan pembahasan shalat musafir mencakup penjelasan kosakata serta persoalan-persoalan fiqih yang berkaitan dengan ayat-ayat tentang shalat dalam perjalanan.
Baca: Terjemah Fiqhul Haya'
Bab ketiga membahas puasa, yang terdiri atas tiga pelajaran. Pelajaran keenam menguraikan kewajiban puasa dan hukum-hukumnya, termasuk penjelasan kosakata serta hukum-hukum fiqih dalam ayat. Pelajaran ketujuh membahas hukum-hukum puasa lainnya, seperti hal-hal yang diperbolehkan dan yang membatalkan puasa. Pelajaran kedelapan mengulas kelanjutan hukum-hukum puasa, mencakup sahur, puasa pada hari-hari tertentu, hukum iktikaf, pesan moral dan pendidikan, serta persoalan-persoalan lain yang berkaitan.
Bab keempat membahas haji melalui pelajaran kesembilan tentang macam-macam haji dan pelajaran kesepuluh mengenai hukum-hukum haji lanjutan, termasuk hal-hal yang diharamkan saat ihram, ketentuan kurban, fidyah, macam-macam haji, perbedaan haji tamattu’ dan jenis haji lainnya, kewajiban berkurban, serta pengganti kurban.
Baca: Terjemah Fiqih Riba
Bab kelima membahas khumus dalam dua pelajaran, yakni hukum-hukum khumus dan kelanjutan pembahasannya, meliputi penjelasan kosakata, perluasan fiqih, penyempitan penafsiran, pemilik khumus, dan sasaran pemberian khumus. Intinya, buku ini cocok bagi santri, mahasiswa studi Islam, pengajar, peneliti tafsir dan fiqih, serta pembaca umum yang ingin mempelajari perbandingan pandangan Imamiyah dan Ahlussunnah secara lebih terarah.
Susunan pembahasannya berdasarkan tema ibadah memudahkan pembaca menelusuri persoalan yang sedang dipelajari. Bagi siapa saja yang ingin menambah koleksi referensi keislaman, buku ini layak dibaca dan dikaji. Yuk download sekarang! (wn-ab)






