![]() |
| Terjemah Sunan Ibnu Majah. |
WAWASANews.com - Di antara kitab hadits yang menghiasi khazanah Kutubut Tis’ah, Sunan Ibnu Majah mempunyai daya tarik yang sangat khas. Kitab ini disusun oleh Imam Muhammad bin Yazid Ibnu Majah al-Qazwini (w. 273 H), seorang ulama hadits yang melakukan perjalanan ilmiah untuk mengumpulkan riwayat dari berbagai wilayah.
Sunan Ibnu Majah disusun berdasarkan bab-bab yang berkaitan dengan persoalan agama dan kehidupan: mulai dari sunnah, thaharah, shalat, zakat, puasa, haji, muamalah, nikah, hukum pidana, adab, doa, tafsir mimpi, fitnah, hingga zuhud. Silakan klik link di bawah ini untuk langsung mendownloadnya:
- Download Terjemah Kitab Hadits Sunan Ibnu Majah (4 Jilid)
- Download Terjemah Kitab Hadits Sunan Ibnu Majah (4 Jilid | Sekalian Kutubut Tis'ah)
Keistimewaan Sunan Ibnu Majah terletak pada adanya sejumlah riwayat yang tidak ditemukan dalam lima kitab Kutubus Sittah lainnya. Riwayat-riwayat semacam ini dikenal dalam kajian hadits sebagai zawa'id, sehingga Sunan Ibnu Majah menjadi pelengkap penting ketika seseorang ingin melihat khazanah hadits secara lebih luas.
Jumlah hadits dalam Sunan Ibnu Majah yang umum digunakan adalah 4.341 hadits yang terbagi dalam 37 kitab. Susunannya sangat menarik untuk pembaca awam karena pembahasannya bergerak dari persoalan dasar ibadah hingga persoalan kehidupan yang lebih luas.
Baca: Paket Terjemah Kitab (38.81 GB | 1.032 File)
Ada hadits tentang bersuci, shalat, puasa dan haji, tetapi juga ada pembahasan tentang jual beli, warisan, pernikahan, pengobatan, pakaian, makanan, adab, doa, mimpi, fitnah, dan zuhud. Sunan Ibnu Majah sebenarnya seperti sebuah perpustakaan kecil tentang kehidupan seorang Muslim.
Namun, perlu dipahami, bawah Sunan Ibnu Majah bukan kitab yang seluruh haditsnya sahih. Di dalamnya terdapat hadits sahih, hasan, daif, dan sebagian riwayat yang dinilai sangat lemah. Karena itu, terjemahan ini sangat bagus sebagai pintu membaca dan mengenal hadits, tetapi untuk mengambil kesimpulan hukum dari hadits.
Sunan Ibnu Majah masuk dalam Kutubut Tis’ah karena ada sejarah keilmuan yang menarik. Sebagian ulama terdahulu pernah memasukkan Sunan ad-Darimi sebagai kitab keenam menggantikan Ibnu Majah, antara lain karena di dalam Sunan Ibnu Majah terdapat sejumlah hadits lemah.
Baca: Paket Terjemah Ulumul Hadits, Hadist dan Asbabul Wurud
Jika dibandingkan dengan Sunan ad-Darimi, perbedaannya justru membuat kedua kitab tersebut semakin menarik untuk dikoleksi bersama. Sunan ad-Darimi karya Imam Abdullah bin Abdurrahman ad-Darimi (w. 255 H) disusun berdasarkan tema dan memiliki sekitar 3.400 hadits, dengan penomoran yang umum digunakan mencapai 3.367 hadits dalam 24 kitab.
Isinya tidak hanya hadits marfu’ dari Nabi Muhammad Saw, tetapi juga terdapat riwayat mauquf dari sahabat dan maqtu’ dari tabi’in. Ad-Darimi juga dikenal menyusun kitabnya secara relatif ringkas; dalam satu bab sering hanya ditemukan satu, dua, atau tiga hadits. Sementara itu, Sunan Ibnu Majah lebih luas dari segi jumlah hadits dan bab, serta mempunyai nilai khusus karena zawa'id-nya—hadits-hadits yang tidak terdapat dalam lima kitab Kutubus Sittah lainnya.
Karena itulah Terjemah Sunan Ibnu Majah (4 Jilid) sangat pantas menjadi bagian dari perpustakaan digital Anda. Empat jilid Terjemah Sunan Ibnu Majah ini adalah koleksi yang sangat layak untuk segera Anda miliki dan baca. (wn-ab)






