![]() |
| Terjemah Mu'jam Shaghir At-Thabarani. |
WAWASANews.com - Terjemah Mu’jam Shaghir Thabarani (2 Jilid) adalah karya penting Imam Abu Al-Qasim Sulaiman bin Ahmad Ath-Thabarani, seorang muhaddits besar yang wafat pada tahun 360 H. Kitab aslinya bernama Al-Mu’jam Ash-Shaghir, salah satu dari tiga karya mu’jam Ath-Thabarani yang sangat dikenal dalam khazanah hadits.
Berbeda dari kitab hadits yang disusun berdasarkan tema fikih, kitab ini memiliki karakter khusus karena hadits-haditsnya disusun berdasarkan nama para guru atau syaikh yang menjadi tempat Imam Ath-Thabarani menerima riwayat. Edisi terjemahan dua jilid dari karya yang memang dalam edisi Arab juga dikenal dalam dua bagian. Silakan download di link ini:
- Download Terjemah Mu'jam Shaghir Thabarani (2 Jilid)
- Terjemah Mu'jam Shaghir Thabarani (dalam Paket Terjemah Hadits Non Induk)
Ciri khas yang paling menarik dari Al-Mu’jam Ash-Shaghir adalah perhatian Imam Ath-Thabarani terhadap hadits-hadits yang memiliki unsur keunikan atau gharabah dalam sanadnya. Di bawah nama setiap syaikh, beliau biasanya meriwayatkan satu hadits, atau kadang dua hadits, kemudian memberikan keterangan mengenai sisi keunikan sanad tersebut. Ia mempunyai lebih dari seribu guru, dan kitab ini memperlihatkan besarnya jaring periwayatan yang beliau pilih.
Kelebihan lainnya adalah perhatian Ath-Thabarani terhadap ilmu rijal dan sanad. Setelah menyampaikan sebuah riwayat, beliau terkadang menjelaskan siapa perawi yang menyendiri dalam periwayatan, membicarakan jarh dan ta’dil sebagian perawi, menjelaskan nama orang yang hanya dikenal melalui kunyah, serta mengurai kemiripan nama yang dapat menyebabkan kekeliruan.
Baca: Terjemah Riyadlus Sholihin (2 Jilid)
Dalam beberapa tempat beliau juga mengingatkan adanya kekeliruan dalam sanad, menjelaskan lafadz yang asing, menerangkan ungkapan yang sulit dipahami, bahkan sesekali menyebut pendapat fikih atau informasi mengenai tahun wafat seorang perawi.
Dan perlu diketahui pula bahwa Al-Mu’jam Ash-Shaghir bukan kitab yang seluruh haditsnya otomatis berstatus shahih. Di dalamnya terdapat riwayat dengan kualitas yang beragam, sehingga kitab ini justru menarik bagi para pembelajar ilmu hadits yang ingin mengenal persoalan takhrij dan penelitian sanad.
Baca: Terjemah Shahih Ibnu Hibban (8 Jilid)
Jumlah riwayat yang dicantumkan dalam berbagai edisi dan sistem penomoran dapat berbeda, tetapi salah satu deskripsi edisi menyebut sekitar 1.198 nash bersanad. Keberadaan sanad yang relatif lengkap serta komentar Ath-Thabarani terhadap sejumlah riwayat menjadikan kitab ini bernilai sebagai sumber primer yang penting untuk penelitian hadits.
Bagi Anda yang sedang melengkapi perpustakaan digital hadits, Terjemah Mu’jam Shaghir Thabarani (2 Jilid) sangat menarik untuk didownload karena menawarkan jenis khazanah yang berbeda dari kitab-kitab hadits tematik. (wn-ab)






