![]() |
| Terjemah Takwil Mukhtalaf Hadits. |
WAWASANews.com - Takwil Mukhtalaf Al-Hadits merupakan karya klasik Imam Ibnu Qutaibah Ad-Dinuri, seorang ulama yang wafat pada 276 H. Judul Arabnya adalah تأويل مختلف الحديث, yang dapat diterjemahkan menjadi Takwil Hadits-Hadits yang Tampak Kontradiktif atau Penjelasan terhadap Hadits-Hadits yang Tampak Bertentangan.
Kitab ini membahas hadits-hadits yang sekilas terlihat berbeda, bertentangan, atau sulit dipahami jika dibaca secara terpisah. Ibnu Qutaibah berusaha menunjukkan bahwa perbedaan lahiriah tersebut tidak serta-merta mengandung pertentangan. Karena itulah, kitab ini penting dalam pembahasan ilmu mukhtalif hadits. Silakan download di sini:
Di kitab ini, Ibnu Qutaibah menghadapi hadits-hadits yang dianggap bermasalah. Ia kemudian mengumpulkan riwayat lalu menjelaskan bagaimana hadits-hadits tersebut dapat dipahami secara tepat. Ada upaya al-jam’u atau mengompromikan beberapa riwayat, melihat kemungkinan nasakh, melakukan tarjih, serta memberikan takwil terhadap lafadz atau makna yang sulit.
Sumber-sumber yang membahas metodologinya mencatat bahwa ia sering menggunakan penjelasan bahasa dan syair Arab untuk menerangkan lafadz yang dianggap sulit atau mempunyai kemungkinan makna tertentu. Ia juga membicarakan persoalan yang muncul dalam memahami hadits, kemudian menanggapi berbagai keberatan yang diarahkan kepada riwayat-riwayat Nabi Saw.
Baca: Terjemah Shahih Ibnu Hibban (8 Jilid)
Yang menarik ternyata Ibnu Qutaibah menyusun karya ini untuk menjawab tuduhan bahwa para ahli hadits meriwayatkan berita yang saling bertentangan dan sulit dipertemukan. Karena itu, Ta’wil Mukhtalif al-Hadits jadi kitab yang penyelesaian hadits yang tampak kontradiktif, dan membangun argumentasi untuk mempertahankan pemahaman terhadap Sunnah.
Terjemah Takwil Mukhtalif Al-Hadits yang ditahqiq dan dita’liq Muhammad Abdurrahim ini dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal salah satu karya penting Ibnu Qutaibah. Buku ini mengajak pembaca melihat bagaimana hadits-hadits yang tampak berbeda dapat ditelaah melalui bahasa, konteks, riwayat, dan argumentasi ilmiah. (wn-ab)






