Iklan

Benarkah Nabi Adam Punya Ibu? Ini Jawabannya!

WAWASANews.com
Jumat, 30 Oktober 2026 | 18.33 WIB Last Updated 2026-10-30T11:33:48Z
Paket Ebook 32 GB

Benarkah Nabi Adam Punya Ibu? Ini Jawabannya!
Benarkah Nabi Adam Punya Ibu? Ini Jawabannya!

Oleh Makruf Han

WAWASANews.com - Belakangan ini muncul sebuah pendapat yang cukup mengejutkan: Nabi Adam as dianggap lahir dari seorang ibu, sebagaimana Nabi Isa as lahir dari Maryam tanpa seorang ayah. Pendapat ini mencuat dalam sebagian pemikiran Islam kontemporer yang berusaha menghubungkan kisah penciptaan Adam dengan teori evolusi manusia. Namun, benarkah Al-Qur'an mengatakan demikian? Mari kita bedah secara mendalam dan sederhana.

1. Dari Mana Asal-usul Pendapat Ini?

Salah satu tokoh yang terkenal dengan pembacaan Al-Qur'an secara modern adalah Muhammad Syahrur. Dalam pendekatannya, Syahrur memberikan perhatian besar kepada bahasa dan perbedaan istilah dalam Al-Qur'an. Ia tidak selalu memahami istilah-istilah Al-Qur'an sebagaimana pemahaman ulama tafsir klasik.

Metode inilah yang kemudian dikritik tajam oleh Abbas Syarifah dalam kitabnya Naqd Manhajiyyah Al-Qira'ah Al-Mu'asirah li An-Nass Al-Qur'ani 'inda Al-Muhandis Muhammad Shahrur. Salah satu poin kritiknya adalah bahwa kata-kata dalam Al-Qur'an tidak boleh dilepaskan dari konteksnya hanya karena seseorang menemukan kemungkinan makna secara bahasa. Ia menegaskan:

فالألفاظ التي أعطاها القرآن معنى خاصًّا بها، يجب الوقوف فيها عند ذلك المعنى والسياق، ولا ينبغي الانسياق في تقمُّص معانيها المعجمية اللغوية

Terjemah:

"Lafadz-lafadz yang oleh Al-Qur'an telah diberi makna khusus harus dipahami berdasarkan makna dan konteks tersebut. Tidak semestinya seseorang mengikuti begitu saja berbagai kemungkinan makna kamusnya..." (Naqd Manhajiyyah Al-Qira'ah Al-Mu'asirah, hlm. 18)

Ini merupakan fondasi penting untuk memahami persoalan penciptaan Adam.

2. Memahami Ayat "Perumpamaan Isa Seperti Adam"

Allah berfirman:

إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Terjemah:

"Sesungguhnya perumpamaan penciptaan Isa di sisi Allah adalah seperti penciptaan Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, 'Jadilah!' Maka jadilah dia". (QS. Ali 'Imran: 59)

Ayat ini terkadang dijadikan celah untuk mengklaim bahwa Adam juga mengalami proses kelahiran dari seorang ibu seperti halnya Isa. Padahal, jika kita perhatikan baik-baik potongan ayat berikutnya:

خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ

Terjemah:

"Dia menciptakannya dari tanah."

Ketika Allah menjelaskan persamaan antara Adam dan Isa, Allah justru menegaskan bahwa Adam diciptakan langsung dari tanah. Lantas di mana letak persamaannya?

Nabi Isa as lahir tanpa seorang ayah. Sementara Nabi Adam as diciptakan tanpa ayah maupun ibu. Maka jika kelahiran Isa tanpa ayah dijadikan alasan oleh orang-orang Nasrani untuk mempertuhankannya, alasan tersebut tidak masuk akal. Sebab Adam memiliki proses yang lebih luar biasa, yaitu tanpa ayah dan tanpa ibu. Meski demikian, tidak ada satu pun orang berakal yang menganggap Adam sebagai Tuhan.

Secara sederhana:

  • Nabi Isa: tanpa ayah.
  • Nabi Adam: tanpa ayah dan tanpa ibu.

Keduanya sama-sama menjadi bukti nyata akan kekuasaan Allah Swt yang Mahakuasa menciptakan manusia lewat cara-cara di luar kebiasaan.

3. Al-Qur'an Mengakaskan Adam Diciptakan dari Tanah

Allah berfirman:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ

Terjemah:

"Dan ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat.'" (QS. Sad: 71)

Allah juga berfirman:

إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ

Terjemah:

"Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (QS. Al-Hijr: 28)

Kemudian dilanjutkan dengan firman-Nya:

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ

Terjemah:

"Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan Aku telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kalian kepadanya dengan bersujud". (QS. Al-Hijr: 29)

Paparan Al-Qur'an sangat eksplisit: Adam diciptakan langsung dari tanah, lalu disempurnakan bentuknya, kemudian ditiupkan ruh ke dalamnya. Tidak ada satupun indikasi yang menyebutkan bahwa Adam dikandung atau dilahirkan oleh seorang ibu.

4. Bagaimana dengan Istilah "Basyar"?

Ada pula pendapat yang menyatakan bahwa sebelum Adam sudah ada makhluk yang dinamakan basyar, sedangkan Adam barulah diangkat menjadi insan. Namun, apakah kata basyar bermakna spesies manusia purba sebelum Adam? Pandangan tersebut keliru. Al-Qur'an sendiri menyebut Nabi Muhammad Saw sebagai basyar:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ

Terjemah:

"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kalian, yang telah menerima wahyu'". (QS. Al-Kahfi: 110)

Kata basyar juga digunakan untuk menggambarkan manusia yang sempurna, bahkan untuk sosok Rasulullah Saw. Oleh sebab itu, menyimpulkan bahwa basyar adalah manusia purba sebelum Adam hanya berdasarkan asumsi kebahasaan adalah kesimpulan yang kurang tepat tanpa didukung dalil yang sah.

5. Tidak Memaksakan Teori Kebahasaan secara Sembarangan

Abbas Syarifah menjelaskan bahwa perbedaan struktur lafaz memang bisa membawa perbedaan makna, tetapi bukan berarti setiap kata langsung menunjuk pada hakikat atau jenis makhluk yang sama sekali berbeda. Ia memaparkan:

فإن اختلاف مبنى اللفظ يؤدي إلى اختلاف بالمعنى ـ من حيث الزيادة فيه أو النقصان منه ـ وليس لاختلافه تمامًا إلى درجة التباين التام

Terjemah:

"Perbedaan bentuk lafadz memang dapat menyebabkan perbedaan makna, baik berupa tambahan maupun pengurangan makna, tetapi bukan berarti perbedaannya sampai pada tingkat dua makna yang sama sekali berbeda". (Naqd Manhajiyyah Al-Qira'ah Al-Mu'asirah, hlm. 22)

Artinya, tidak setiap perbedaan pilihan kata dalam Al-Qur'an menandakan jenis makhluk yang berbeda.

6. Menyikapi Teori Evolusi dan Penciptaan Adam

Membahas teori evolusi dan membahas penciptaan Nabi Adam adalah dua hal yang berbeda. Kalaupun ada yang berpendapat bahwa dahulu pernah ada makhluk yang menyerupai manusia sebelum Adam, hal itu tidak serta-merta membuktikan bahwa Adam dilahirkan dari seorang ibu. Sebab Al-Qur'an telah menegaskan penciptaan khusus Adam dari tanah:

خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ

Terjemah:

"Dia menciptakannya dari tanah."

Kita tidak boleh mencocok-cocokkan ayat Al-Qur'an secara paksa agar sesuai dengan sebuah teori ilmiah yang masih dinamis. Abbas Syarifah memberikan kaidah penting:

لا يمكن للنص القرآني أن يخالف حقيقة علمية ثابتة... أو أن الحقيقة العلمية لازالت في طور النظرية الظنية

Terjemah:

"Tidak mungkin teks Al-Qur'an bertentangan dengan fakta ilmiah yang benar-benar pasti. Namun, bisa saja fakta ilmiah tersebut masih berada pada tahap teori yang bersifat dugaan..." (Naqd Manhajiyyah Al-Qira'ah Al-Mu'asirah, hlm. 29)

Kita tidak perlu mempertentangkan Al-Qur'an dengan sains, tetapi kita juga dilarang menggeser makna asli ayat demi menyesuaikan teori ilmiah yang masih sebatas dugaan.

Jadi, apakah Nabi Adam as mempunyai ibu? Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an dan kesepakatan para ulama tafsir sepanjang sejarah Islam: tidak. Nabi Adam 'alaihis salam diciptakan oleh Allah SWT secara langsung dari tanah, bukan dilahirkan dari rahim seorang ibu.

Baca: Hukum Mendirikan Shalat Berjamaah di Masjid Kedua

Pernyataan bahwa Adam memiliki ibu merupakan penafsiran kontemporer yang keliru, lahir dari pendekatan bahasa yang dipaksakan serta mengabaikan ijma' para sahabat dan ulama'. Dalam metodologi keilmuan Islam, teori tersebut dinilai gugur dan batil.

Mari kita senantiasa memahami Al-Qur'an dengan cermat dan berhati-hati, serta menjaga keutamaan ajaran Islam dari penafsiran yang tidak berlandaskan metodologi ilmiah yang shahih. (wn-ab)

Kitab Kuning Makna Pesantren dan Pegon
Ebook Terjemah 40 GB
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Benarkah Nabi Adam Punya Ibu? Ini Jawabannya!

Trending Now

Iklan

Jual Flashdisk Isi Ribuan Buku Islam PDF