![]() |
| Biografi singkat Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani. |
WAWASANews.com - Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, yang bernama lengkap Abdul Qadir Al-Jilani ibn Salih ibn Jangidost, merupakan ulama besar, pendakwah sufi bermazhab Hanbali, serta pendiri tarekat Qadiriyah. Beliau dilahirkan pada 1 Ramadan 470 H (1077 M) di kawasan Gilan, Parsi (Iran modern), yang terletak di selatan Laut Kaspia.
Karena bahasa Parsi tidak memiliki huruf fonetik "G" dalam abjad Arab, nama beliau kerap dicatat sebagai Kilani atau Jilani dalam manuskrip-manuskrip Arab. Dalam mata rantai spiritual, Syaikh Abdul Qadir terhubung dengan Junayd Al-Baghdadi.
Atas kontribusi besarnya terhadap pemikiran dunia Islam, beliau dianugerahi gelar Muhyiddin (pembangkit kembali keyakinan), sebab bersama murid dan rekan-rekan sejawatnya, beliau meletakkan fondasi pembinaan masyarakat yang kelak melahirkan tokoh-tokoh besar seperti Nuruddin Zengi dan Salahuddin Al-Ayyubi. Tarekat Qadiriyah yang dinisbatkan kepada nama beliau pun diakui sebagai salah satu ordo sufi tertua dan paling awal dalam sejarah Islam.
Baca: Kumpulan Terjemah Kitab Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani
Garis keturunan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani sangat istimewa karena tersambung langsung kepada Rasulullah Saw melalui kedua cucu baginda. Ayahanda beliau, Abu Salih Musa Al-Hasani, merupakan keturunan dari Hasan bin Ali r.a., putra sulung Ali bin Abi Thalib r.a. dan Fatimah r.a. Sementara itu, ibunda beliau merupakan putri dari Abdullah Sawmai, yang juga keturunan dari Husain bin Ali r.a. Di nadi beliau mengalir darah keturunan mulia dari jalur Hasan maupun Husain.
Masa kanak-kanak Syaikh Abdul Qadir dihabiskan di tanah kelahirannya. Pada usia 18 tahun (sekitar tahun 1095 M), beliau merantau ke Baghdad untuk memperdalam ilmu agama, khususnya fiqih mazhab Hanbali di bawah bimbingan sejumlah ulama terkemuka. Beliau menimba ilmu fiqih dari Abu Ali Al-Mukharrimi, ilmu hadits dari Abu Bakar bin Muzaffar, serta ilmu tafsir dari ulama ternama Abu Muhammad Jafar. Adapun dalam bidang tasawuf, beliau berguru kepada Syaikh Abu Al-Khair Hammad bin Muslim Al-Dabbas yang memberikan latihan dasar dan bimbingan utama dalam perjalanan spiritual beliau.
Sepanjang hayatnya, Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani melahirkan berbagai karya monumental yang menjadi rujukan penting umat Islam, di antaranya:
- Al-Ghunyah Li Talibi Tariqil Haqq wad Din (Bekal Bagi Pencari Jalan Kebenaran dan Agama), sebuah karya lima jilid yang disusun atas permintaan murid-muridnya sebagai panduan komprehensif mencakup aspek lahiriah dan batiniah kehidupan Islam.
- Futuhul Ghaib (Pembuka Tabir Kegaiban), terdiri dari 78 bagian bernuansa ringkas dengan penyampaian yang lugas dan menggugah batin.
- Fathur Rabbani (Hakikat Pengabdian), memuat 62 bagian ceramah spiritual yang disampaikan di Baghdad pada tahun 545–546 H.
- Jala'ul Khawatir (Pembersih Luka Jiwa), berisi 45 bagian petuah spiritual yang disampaikan pada tahun 546 H.
- Malfuzat (Kumpulan Ucapan Syaikh Abdul Qadir), kumpulan nasihat lisan beliau yang kerap ditemukan pada bagian akhir manuskrip Al-Fath Ar-Rabbani.
- Khamsata 'Ashara Maktuban (Lima Belas Surat), berupa 15 pucuk surat berbahasa Parsi yang dituliskan khusus kepada salah seorang muridnya.
- Al-Fuyudatul Rabbaniyya (Anugerah Ketuhanan).
- Bashairul Khairat (Kabar Gembira), himpunan shalawat karya Syaikh Abdul Qadir yang disusun berdasarkan ilham dari Allah.
- Sirrul Asrar wa Madharul Anwar (Buku Rahasia dalam Rahasia dan Tabir Cahaya), yang menguraikan kedalaman perjalanan makrifat dan penyucian jiwa.
Beliau tidak memiliki karya tafsir Al-Qur'an. Adapun karya tafsir yang dinisbatkan ke Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani bukan karya asli beliau, alias palsu. Demikian riwayat singkat Sulthanul Auliya' Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani. (wn-ab)






