![]() |
| Cover Terjemah Mi'yarul Ilmi (Nalar yang Tersaring). |
WAWASANews.com - Kitab Mi'yarul Ilmi Fil Manthiq (معيار العلم في المنطق) yang berarti Standar Ilmu dalam Logika merupakan karya Imam Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali, seorang ulama besar Islam yang dikenal melalui pemikirannya di bidang filsafat, teologi, tasawuf, dan ilmu pengetahuan. Kitab ini membahas ilmu manthiq atau logika sebagai perangkat untuk mengukur ketepatan berpikir, menyusun argumentasi, serta membedakan penalaran yang benar dari yang keliru.
Kitab ini telah diterjemahkan secara lengkap ke dalam bahasa Indonesia oleh Udin Juhrodin dengan judul Nalar yang Tersaring, disertai subjudul Terjemah Lengkap Mi'yar Al-'Ilm Karya Hujjatul Islam. Edisi terjemahan ini diterbitkan oleh Jim-Zam pada Mei 2025. Buku yang tersedia dalam format PDF sebanyak 160 halaman ini menguraikan berbagai kaidah berpikir logis, pembentukan proposisi, metode silogisme, penyusunan definisi, serta penggolongan keberadaan dalam kajian filsafat dan logika Islam. Silakan download melalui link berikut ini:
Secara umum, kitab Mi'yarul Ilmi membahas prinsip-prinsip ilmu manthiq yang digunakan untuk menilai kebenaran suatu argumentasi dan ketepatan proses penalaran. Imam Al-Ghazali menjelaskan bagaimana manusia membentuk pengertian, menyusun pernyataan, serta menarik kesimpulan berdasarkan hubungan logis antara berbagai premis. Kesalahan dalam memahami istilah atau menyusun argumentasi dapat menyebabkan seseorang menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat.
Kitab Mi'yarul Ilmi ini tersusun dalam empat kitab atau bagian. Bagian pertama membahas pengantar qiyas atau penalaran logis, terutama mengenai hubungan antara lafadz dan makna. Imam Al-Ghazali menguraikan berbagai jenis lafadz, cara memahami makna yang dikandungnya, serta hubungan antara suatu istilah dan objek yang ditunjuknya. Pembahasan kemudian berlanjut pada pembentukan proposisi atau pernyataan yang menjadi dasar dalam penyusunan argumentasi.
Baca: Terjemah Al-Hikmah fi Makhluqatillah (Keajaiban Penciptaan Makhluk) Al-Ghazali
Bagian kedua secara khusus membahas silogisme atau qiyas. Imam Al-Ghazali menjelaskan berbagai bentuk silogisme, termasuk silogisme predikatif, silogisme kondisional, kontraposisi, induksi, dan analogi. Selain itu, pembahasan mencakup jenis-jenis premis yang digunakan dalam argumentasi, mulai dari pengetahuan yang bersifat pasti hingga pernyataan yang masih memerlukan pembuktian. Bagian ini juga menguraikan berbagai penyebab kesalahan dalam menyusun silogisme, hubungan antara premis dan kesimpulan, serta kedudukan kepastian dan keraguan dalam proses memperoleh pengetahuan.
Sementara itu, bagian ketiga membahas definisi dan berbagai kaidah yang digunakan untuk menjelaskan hakikat suatu istilah. Imam Al-Ghazali menguraikan kebutuhan manusia terhadap definisi, unsur-unsur pembentuknya, serta cara menyusun pengertian yang tepat. Pembahasan juga mencakup berbagai kesalahan yang dapat terjadi ketika seseorang mendefinisikan suatu objek atau konsep. Selain itu, terdapat penjelasan mengenai penggunaan definisi dalam beberapa bidang keilmuan, termasuk metafisika, ilmu alam, dan matematika.
Baca: Terjemah Bidayatul Hidayah Al-Ghazali
Adapun bagian keempat menguraikan persoalan wujud atau keberadaan beserta berbagai hukum dan penggolongannya. Pembahasannya mencakup kategori keberadaan, substansi, kuantitas, kualitas, hubungan, serta berbagai kategori lain yang dikenal dalam tradisi filsafat Aristotelian. Selanjutnya, Imam Al-Ghazali membicarakan pembagian keberadaan berdasarkan hubungan sebab dan akibat, potensi dan aktualitas, serta keberadaan yang bersifat kekal dan temporal. Selain itu, terdapat pembahasan mengenai hubungan antara universal dan partikular, kesatuan dan keberagaman, serta kemungkinan dan keniscayaan keberadaan.
Membaca buku Nalar yang Tersaring dapat membantu pembaca memahami cara berpikir sistematis, menyusun argumentasi yang tepat, serta mengenali kesalahan dalam proses penalaran. Kitab ini juga memberikan gambaran mengenai kedudukan ilmu manthiq dalam tradisi intelektual Islam, khususnya melalui pemikiran Imam Al-Ghazali. Yuk, download sekarang! (wn-ab)






