![]() |
| Terjemah Fathul Majid. |
WAWASANews.com - Fathul Majid (فتح المجيد شرح كتاب التوحيد) berarti Pembukaan yang Agung dalam Menjelaskan Kitab Tauhid. Buku ini merupakan syarah atas Kitabut Tauhid karya Imam Muhammad bin Abdul Wahhab, dengan judul terjemah Fathul Majid: Penjelasan Kitab Tauhid (Membersihkan Akidah dari Racun Syirik).
Nama Syaikh Abdurrahman Hasan Alu Syaikh tercantum sebagai penyusun dan Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz sebagai peneliti. Dengan ketebalan 1.015 halaman dalam format PDF, kitab ini termasuk karya yang sangat luas pembahasannya dan dapat menjadi salah satu rujukan penting untuk mempelajari tauhid secara mendalam. Silakan download sini:
Pembahasan Fathul Majid dimulai dari persoalan tauhid, hakikatnya, dan kedudukannya dalam kehidupan seorang muslim. Selanjutnya, pembaca diajak memahami berbagai perkara yang berkaitan dengan kemurnian tauhid, termasuk keistimewaan tauhid, dosa-dosa yang dapat merusaknya, serta kewajiban mengamalkan tauhid dengan sebenar-benarnya.
Semakin jauh dibaca, materi yang dibahas semakin beragam. Di dalamnya terdapat pembahasan tentang syirik, ruqyah dan tamimah, sihir, perdukunan, nusyrah, tathayyur, kecintaan kepada Allah, rasa takut kepada Allah, tawakal, beramal karena tujuan dunia, menaati ulama dan umara dalam perkara yang bertentangan dengan agama, serta berbagai bentuk penggunaan nama dan lafadz yang berkaitan dengan tauhid.
Baca: Terjemah Syarah Ratibul Haddad
Selain itu, dibahas pula larangan mencela waktu, penggunaan ungkapan tertentu, berprasangka buruk kepada Allah, serta perkara-perkara yang dapat mengurangi atau merusak kesempurnaan tauhid. Walhasil, keluasan tema inilah yang membuat Fathul Majid terasa sangat kaya sebagai bahan kajian aqidah.
Kitab syarah ini juga menyoroti berbagai praktik yang berpotensi membawa seseorang kepada kesyirikan, misalnya penyembelihan dengan niat selain Allah, meminta perlindungan kepada selain Allah, berdoa kepada selain Allah, meminta syafaat kepada makhluk, berlebihan terhadap kuburan orang-orang shalih, hingga berbagai bentuk sikap yang berkaitan dengan benda, makhluk, dan sebab-sebab yang diyakini memiliki pengaruh tertentu.
Baca: Terjemah Musnad Imam Ahmad (22 Jilid)
Bagian lain, Fathul Majid Alu Syaikh juga membahas persoalan yang lebih luas seperti iman kepada takdir, syafaat, hidayah, sifat-sifat Allah, nikmat Allah, nama-nama Allah, serta sikap para Rasul dalam menjaga kemurnian tauhid. Bagi Anda yang sedang mencari syarah Kitabut Tauhid, Fathul Majid layak dimasukkan dalam koleksi bacaan selain Kitab Al-Jadid. (wn-ab)






