![]() |
| Tafsir Al-Furqan A Hassan. |
WAWASANews.com - Tafsir Al-Furqan karya A. Hassan bukan sekadar terjemah Al-Qur’an dengan tambahan keterangan, tetapi merupakan salah satu karya penting dalam sejarah perkembangan tafsir berbahasa Indonesia. A. Hassan mulai menerbitkan bagian pertama Al-Furqan pada 1928, lalu mengembangkannya hingga menjadi karya lengkap 30 juz.
Yang menarik, sejak awal A. Hassan memang berusaha membuat penjelasan Al-Qur’an dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca Indonesia. Dalam pengantarnya, ia menjelaskan bahwa yang terutama ingin ia lakukan adalah menerangkan ayat agar pembaca mudah memahami maknanya, sementara persoalan tafsir yang bercabang dapat dirujuk kepada kitab-kitab tafsir lainnya.
Salah satu ciri khas paling menonjol dari Al-Furqan adalah gaya penjelasannya yang ringkas, padat, langsung menuju pokok persoalan, dan tidak bertele-tele. Karena itu, tafsir ini sering dikategorikan menggunakan metode ijmali, yakni memberikan penjelasan secara global agar pesan ayat dapat segera ditangkap pembaca. Download via link di bawah ini:
A. Hassan juga memberikan perhatian besar pada aspek kebahasaan; makna kata dan susunan ayat menjadi bagian penting dalam membantu pembaca memahami kandungan Al-Qur’an. Pada sejumlah bagian, kata atau ungkapan yang dianggap perlu mendapatkan penjelasan diberi keterangan tambahan melalui catatan kaki. Inilah salah satu keunikan Tafsir Al-Furqan: pembaca dibantu memahami bagian-bagian yang dianggap membutuhkan keterangan lebih lanjut.
Keistimewaan lainnya terdapat pada pendahuluan yang memuat sekitar 35 fasal sebagai semacam panduan sebelum pembaca memasuki penafsiran ayat. Di sana dibahas berbagai hal yang berkaitan dengan teknik penerjemahan dan penafsiran, istilah-istilah Al-Qur’an, tajwid, bahasa Arab, hadits, ushul fikih, serta pokok-pokok kandungan Al-Qur’an.
Baca: Download Tafsir Buya Hamka (10 Jilid)
Al-Furqan juga mencerminkan karakter A. Hassan sebagai salah seorang tokoh pembaharu Islam di Indonesia. Kajian terhadap karya dan pemikirannya menunjukkan kecenderungan untuk mengutamakan pemahaman makna ayat melalui analisis kebahasaan dan penalaran, sementara penjelasan tafsirnya tetap disampaikan dengan bahasa yang relatif sederhana dan mudah dicerna.
Pada beberapa bagian, A. Hassan juga menggunakan keterangan dari kitab-kitab sebelumnya sebagai tambahan penjelasan atau kesaksian, termasuk rujukan dari tradisi kitab suci sebelumnya. Karena itu, membaca Al-Furqan menarik bukan hanya untuk mengetahui isi penafsiran A. Hassan, tetapi juga untuk melihat bagaimana seorang ulama Indonesia pada zamannya berusaha menghadirkan Al-Qur’an dalam bahasa dan cara berpikir pembaca Muslim Indonesia.
Baca: Download Terjemah Al-Iqton fi Ulumil Qur'an (2 Jilid)
Maka, bagi Anda yang ingin mengenal khazanah tafsir Al-Qur’an di Indonesia, Tafsir Al-Furqan merupakan koleksi yang sangat layak dibaca. Segera didownload dan baca. (wn-ab)






