Iklan

Biografi Singkat Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi dan Karya-Karyanya

WAWASANews.com
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08.18 WIB Last Updated 2026-10-10T01:18:11Z
Paket Ebook 32 GB

Biografi singkat Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi
Biografi singkat Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi dan Kumpulan Karyanya.

WAWASANews.com - Nama lengkapnya ialah Imam Al-Faqih Az-Zahid Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisiy Al-Hambali. Ia dilahirkan pada bulan Sya’ban tahun 541 H di kota Jama’il, masuk daerah Nablus, dekat Baitul Maqdis, tanah suci Palestina. 

Kaum salib pada waktu itu telah menguasai Baitul Maqdis dan daerah-daerah sekitarnya. Oleh karena itu, ayahnya, Abul Abbas Ahmad bin Muhammad bin Qudamah pindah bersama keluarganya ke Damaskus beserta dua orang anaknya, Abu Umar dan Muwaffiquddin, dan sepupu keduanya, Abdul Ghani Al-Maqdisiy, sekitar tahun 551 H. 

Al-Hafidz Dhiyauddin Al-Maqdisiy mengarang sebuah kitab mengenai sebab hijrah orang-orang dari Baitul Maqdis ke Damaskus. Mereka sampai di masjid Abi Shalih di Damaskus di depan pintu sebelah timur. Dua tahun kemudian keluarga itu pindah dari masjid Abi Shalih ke jabal Qasiyun di jantung Kota Damaskus.

Baca: Biografi Syaikh Abdullah Sirajuddin Al-Husaini, Ulama Aswaja Aleppo Suriah

Selama masa ini, Muwaffiquddin menghafal Al-Qur’an dan belajar dasar-dasar ilmunya kepada ayahnya, Abul Abbas (seorang ahli ilmu, seorang yang mulia, baik, dan zuhud). Kemudian menjadi murid para syaikh Damaskus dan ulama-ulamanya. Dia telah hafal Mukhtashar Al-Khiraqi tentang fiqih dan kitab-kitab lainnya. 

Ia terus mengalami kemajuan hingga mencapai usia 20 tahun, lalu pergi ke Baghdad dengan ditemani oleh sepupunya, Abdul Ghani Al-Maqdisi. Keduanya berusia sama. Pada mulanya Muwaffiquddin menetap di tempat Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani di Baghdad dalam waktu tidak lama. Ketika itu syaikh tersebut berusia 90 tahun. Dia membaca Mukhtashar Al-Khiraqi di hadapan syaikh dengan bacaan yang penuh pemahaman dan kedalaman, karena memang dia sudah menghafalnya di Damaskus.

Setelah Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani wafat, dia pun terus menyertai Syaikh Nashihul-Islam Abul Fath bin Al-Munniy dan mempelajari tentang mazhab dan khilaf. Beliau menetap di Baghdad selama empat tahun. Beliau juga belajar dari Hibbatullah bin Daqqaq dan yang lainnya. Kemudian pulang ke Damaskus dan tinggal dengan keluarganya tidak begitu lama, lalu kembali lagi ke Baghdad tahun 567 H. 

Baca: Biografi Singkat Imam As-Suyuthi dan Beberapa Judul Karyanya

Setelah satu tahun belajar pada Abul Fath bin Al-Munniy, dia pun pulang ke Damaskus, kemudian menunaikan kewajiban haji pada tahun 574 H. Lalu ia kembali ke Damaskus dan mulai mengarang kitabnya berjudul Al-Mughni (13 Jilid), syarah dari Mukhtashar Al-Khiraqi, sebuah kitab tentang fiqih, yang merupakan satu di antara kitab-kitab paling terkenal dalam fiqih Islam pada umumnya dan fiqih madzhab Imam Ahmad khususnya. Seorang ulama terkemuka, Al-Izz bin Abdissalam mengatakan, "belum sempurna rasanya fatwaku hingga aku memiliki naskah Al-Mughni".

Para pelajar banyak yang menimba darinya pelajaran-pelajaran di bidang hadits, fiqih, dan ilmu-ilmu lainnya. Banyak pula orang-orang yang paham fiqih karena belajar kepadanya, di antaranya anak saudaranya, Qadhil Qudlat Syamsuddin bin Abi Umar dan yang sebaya dengannya.

Selanjutnya beliau terus mengarang dalam berbagai disiplin ilmu, terutama fiqih karena memang sudah matang di bidang ini. Ia mengarang sejumlah kitab yang menunjukkan ketinggiannya dalam hal ilmu, sehingga menjadi sentral tujuan, dan banyak dibicarakan keutamaannya, kebajikannya, dan ilmunya oleh para musafir.

Baca: Biografi Singkat Syaikhul Islam Izzuddin bin Abdus Salam Beserta Karyanya

Syaikhul Islam Ibn Taimiyah berkata, "tidak ada yang masuk ke negeri Syam setelah al-Auza’i yang lebih pintar daripada Muwaffiq". Dan Ibnu Shalah berkata, "aku tidak pernah melihat orang seperti Muwaffiq". Sibth bin al-Jauzi berkata: "Barangsiapa yang melihat Muwaffiq maka seolah-olah dia telah melihat sebagian sahabat Nabi dan seakan-akan cahaya keluar dari wajahnya".

Beliau adalah imam dalam berbagai disiplin ilmu. Pada zamannya belum ada, setelah saudaranya Amar Al-Imad, orang yang lebih zuhud, lebih wara’, dan lebih pandai darinya. Beliau sangat pemalu, menjauhkan diri dari dunia dan pencintanya, lemah lembut, tawadlu, mencintai orang-orang miskin, baik perangainya, pemurah, dan dermawan. Beliau banyak beribadah, penuh kebajikan, teguh hati, sangat konsisten dengan ilmunya, pendiam, sedikit bicara, banyak kerja, memandang seseorang dengan ramah tamah sebelum dengan perkataannya, dan kebajikannya sangat banyak.

Al-Hafizh Dhiyauddin Al-Maqdisi telah menyusun biografinya dalam satu buku. Demikian juga Al-Hafizh Adz-Dzahabi. Dan beliau rahimahullah tidak hanya menonjol dalam hal ilmu dan ketakwaan. Beliau juga seorang pejuang fi sabilillah bersama pahlawan Muslim, Shalahuddin Al-Ayyubi, yang mengerahkan muslimin pada tahun 583 H untuk menumpas kaum salib dan membersihkan tanah suci dari kekejian mereka. 

Baca: Biografi Yusuf Al-Qardhawi: Dari Desa Shafat Thurab hingga Menjadi Ulama' Berpengaruh

Seseorang yang menyusun biografinya menyebutkan bahwa beliau dan saudaranya, Abu Umar, beserta murid keduanya dan beberapa orang dari keluarga keduanya, turut bersama di bawah bendera-bendera kemenangan. Keduanya bersama murid-muridnya mempunyai kemah di mana mereka berpindah-pindah bersama para pejuang fi sabilillah ke mana pun mereka pergi. Beliau telah meninggalkan karangan-karangan yang bermanfaat. Karya-karyanya yang berguna di bidang fiqih dan lainnya, cukup banyak. Yang ada linknya, bisa Anda download. Diantaranya:

  1. Al-Umdah (fiqih untuk pemula)
  2. Al-Muqni' (fiqih untuk lanjutan)
  3. Al-Kafi (kitab fiqih berisi dalil yang dapat mengantarkan para pelajar untuk beramal dengan mengetahui dalilnya)
  4. Al-Mughni, (syarah dari Mukhtashar Al-Khiraqi, di dalamnya disebutkan tentang pendapat-pendapat ulama dan dalil-dalilnya agar orang-orang yang mempunyai kemampuan mengetahui jalan-jalan ijtihad)
  5. Al-Mukhtashar fi Gharibil Hadits
  6. Al-Mutahabbin Fillah 
  7. Al-Qadr
  8. Ar-Riqqah wal Buka’ 
  9. At-Tawwabin
  10. At-Tibyan fi Nasabil Qurasyiyyin
  11. Al-Burhan fi Mas'alatil Qur’an
  12. Dzammul Muwaswisin
  13. Dzammut Ta'wil
  14. Fadla'ilus Shahabah
  15. Manasikul Hajj
  16. Minhajul Qashidin
  17. Mukhtashar Minhajul Qashidin
  18. Raudlatun Nazhir (ushul fiqih) 
  19. Sam'atul I'tiqad Al-Hadi ila Sabilir Rasyad, dan yang lainnya.

Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi Al-Hambali wafat pada hari Sabtu, pada hari raya Idul Fitri, tahun 620 H, dan dimakamkan di kaki gunung Qasiyun di jantung kota Damaskus, di atas Jami' Al-Hanabilah. Al-fatihah! (wn-ab). 

Kitab Kuning Makna Pesantren dan Pegon
Paket 498 Buku dan Jurnal
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Biografi Singkat Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi dan Karya-Karyanya

Trending Now

Iklan

Jual Flashdisk Isi Ribuan Buku Islam PDF